it is about sekepil

it is about sekepil

Jumat, 04 Juli 2014

Pilpres Puyeng yang Penuh Manfaat


Pilpres kali ini memang luar biasa...anak lanang 19 tahunku mahir dan mantab bicara tentang masa depan bangsa lengkap dengan data2 hasil risetnya, bundanya dianggap bukan warga negara yang baik apabila menentukan pilihannya hanya dengan kata hati, maka dipaksanya aku melakukan riset thd ke 2 capres...propagandanya sangat intensip dimulai dari dipaksanya aku nonton di youtube THE ACT of KILLING film dokumenter ttg cerita2 nyata pembunuh2 yang melakukan aksi kejammya ke orang2 yang tertuduh PKI!....film itu beneran membuka mata dan menyadarkan betapa parahnya negara tercinta ini dari praktik2 kejam macam di film2 mafia italia....merinding! Selama ini segitu naifnya aku yg menganggap hal2 tsb sepertinya hanya cerita dan gosip2 warung kopi...pejabat yg tutup mata melihat praktik pelanggaran ham termasuk malak, mencuri, dll, terjadi di kehidupan sehari2 dan dekat dengan kita....pejabat dengan seragam khas safarinya disanjung palsu..

Pilpres kali ini dengan segala kegaduhannya banyak memberikan pelajaran politik ke orang2 awam seperti aku.  Berbondong2 warga negara yang tadinya apatis dan skeptis mendadak merasa perlu ikut turun meramaikan pesta demokrasi 5 tahunan ini.

Sekarang tinggal berdoa saja akhir dari euphoria dan pesta ini sesuai harapan.  Secara pribadi sebagai pendukung prabowo dari mulai dia melahirkan gerindra 10 tahun yg lalu, saya selalu melihat sosok romantis dan sentimentil dari seorang prabowo.  Setiap saya menyampaikan opini ini engga sedikit orang yg mencemooh.  Bahkan saya ingat di pemilu yg lalu saat sy memilih gerindra dan prabowo sbg wapres ada seorang teman yg skarang seorang pejabat mengatakan "serius milih prabowo, udah siap liat asbak melayang di rapat kabinet?" Saat itu saya jawab mantab! IYA!...gut feeling saya mengatakan bahwa orang ini despite smua citra buruk ttg nya adalah orang baik yg punya niat tulus mengabdi ke republik indonesia plussssss image yg dibangunnya sbg anti barat dan nasionalist...
Jreng di pemilu 2014 ini akibat dari serangan data dari bocah 19 tahunku, opini ttg prabowo sedikit2 terkikis dengan manouver2 politik yg diciptakan oleh prabowo ato konsultannya * i dont know...

Selama ini tidak ada sedikipun image ttg prabowo di saya bahwa dia orang yang feodal,mungkin saya yg terlalu naif, sampai akhirnya saya  melihat dia di acara gerindra naik kuda dengan gaya hitler (top of mind sy mengatakan itu) dan terlihat  menikmati di elu2 dan di puja2 oleh massa...seperti keselek liat tayangan itu ilfil dewa istilah anak muda jaman sekarang melihat sisi lain dari seorang prabowo.  Perasaan itu pun saya share ke temen2 dan banyak yg bilang "kemane aje luuuu" hehehehe....
Omelan dan komplen cemen yg mungkin di anggap engga penting ini saya sampaikan tanpa sengaja saat bertemu temen yg kader gerindra di PIM "yonnnn aku sebellll liat gaya prabowo naik kuda terlihat spt raja2 yg arogan dan sombong, yang saya tau prabowo merakyat dan mau berjuang utk rakyat!sebellll deh ihhhh"....jawab temenku "emang kenapa ra kan keren gayanya gitu"...jreng!
Mulai dari situ goyah nih keberpihakan saya ke capres 1 itu...ditambahhhhh data2 yg dijejelin ke saya oleh bocah lanangku ttg fpi,pemurnian agama dannnnn ditambahhhhhhh hujatan2 ajaib yg menyerang capres no 2 membuat akhirnya saya tutup buku dan putus sama prabowo...

Tapiiiiii semua itu tidak membuat saya benci prabowo karena saya masih menganggap dia orang baik yang salah gaul! Itu aja sih...anyway terima kasih pemilu 2014 yang sudah sanggup membuat anak lanangku ikut berfikir tentang masa depan negara ini...
Pilihan kami mungkin bukan yang paling sempurna tapi setidaknya sanggup memberikan harapan baru untuk Indonesia yang lebih baik

#pemilujujur
#pemiludamaii
#sayapilihno2

Sabtu, 19 April 2014

Authar dan sekolah2nya

Authar sekarang ini sekolah di TK belakang rumah . Kondisi fisik sekolahnya aman dan sederhana.  Guru2nya pun sangat bersahaja dan mungkin kebanyakan dari mereka berlatar belakang biasa2 aja.  Mungkin sistim pengajaran di sana pun tanpa banyak teori atau metode tapi lebih menggunakan rasa cinta thd anak.  Authar pertama kali skolah disana karena pilihannya sendiri setelah menolak dan menangis serta berontak untuk sekolah di TK sebelumnya di wilayah kemang.  Engga terasa sudah hampir 1 tahun Authar di TK tsb. 

Authar hepi2 aja sih...mungkin karena kehangatan penerimaan teman2nya disana tidak dirasakan Authar di sekolah2nya terdahulu...

Sebagai latar belakang bahwa Authar adalah anak luar biasa dengan kemampuan dan interest berbeda dari anak seusianya .  Saat ini di usianya yang menjelang 5 tahun Authar sudah sangat berkembang kemakpuan berkomunikasinya.  Fokus terhadap hal hal yang seharusnya saja yang masih harus diperbaiki. 

Sampe suatu saat ada pertanyaan dari gurunya "Authar berencana masuk SD mana ya nantinya?"

Waduhhhhh aku mengerti pertanyaan itu akan berdampak pada persiapan dan kesiapan Authar.  Wajar aja sebagai institusi pendidikan pastinya ingin anak2 yg keluar dari sekolah tsb bisa diterima dengan baik di sekolah lanjutan yang favorit orang tua....

Engga ada yang salah sama TK tersebut hanya saja sebagai seorang Ibu saya kembali diuji untuk berperang dengan pikiran dan perasaan saya sendiri untuk melihat yang terbaik bagi Authar.

Pertanyaan2 yang melintas seperti ini:
1. Apa yg harus disiapin Authar spy dia bisa diterima di SD,
2. SD spt apa yg cocok untuk Authar
3. Umur brp Authar akan siap masuk SD?
4. Kalo Authar akan lebih lama di TK artinya teman2nya sekarang akan berpisah untuk lebih dulu masuk SD
5. Berapa lama Authar harus di TK?
6. Bosen ngga dia nanti ya?
7. Duh tapi SD apa yg cocok untuk Authar? Sekolah yang bisa trima kelebihan dan kekurangan Authar sehingga Authar tetap merasa nyaman dan aman dengan dirinya

Coba diperhatiin pertanyaan mulai no 3 keatas adalah pertanyaan terselubung dan agak bergeser kepentingannya.  Sejujurnya pertanyaan2 itu sudah bergeser lebih untuk kepentingan aku .

No. 3: duh Authar sptnya ngga mungkin deh masuk sd umur 6 ato 7 tahun...gimana dong yaaaa bayangin kalo ditanya Authar udah kelas brp? Trs jawabnya masih di TK tante tapi umurnya udah 7 tahun ohhhh tidakkkkkkk

No. 4&5: duh nanti kan ngenes bangettt temen2nya udah kluar TK masuk SD eh Autharnya masih stay di TK, sedih tauuuuu (siapa yg sedih? Emaknya ato anaknya)

No. 7: Sekolah ideal yaitu sekolah yg ngga ngeribetin dengan segala macem pertanyaan2 dan rules untuk kenyamanan skolah dari anak2 dengan kemampuan berbeda (engga ngeribetin ibunya yg pasti)

Hmmmmmm kira2 bahasa bathinnya gitu deh...

Sampe saat ini Authar masih di TK belakang rumah sampe aku sendiri bisa menjawab pertanyaan2 diatas itu ���� dengan betul fokus untuk kepentingan Authar...

Pilihan2 yang mungkin diambil:
1. Pindahin balik ke Jakarta Montessori School (analisa ini akan diupas tuntas di tulisan berikutnya)

2. Cari SD ideal! Seperti gemala ananda, talasavia or ?????

3. Ayo bikin SD sendiriiiiiii yang ideal!!

Hmmmmmmmmm....

Rabu, 16 April 2014

EDEXCEL - sertifikasi internasional untuk ESoA



3 tahun yang lalu saat rencana awal SMK / ESoA ini berdiri dan masih bernama JSoA (Jakarta School of Art), semua sertifikasi internasional di pelajari.  Mulai dari IB sampe dengan Cambridge.  Kalau liat dari SOTA (Singapore School of the Art) mereka mengadopsi IB sebagai sertifikasi pendukungnya.

Dari kedua sistim aku agak kurang sreg karena akan sulit untuk membagi fokus antara akademik dan kejuruannya.



Sampe akhirnya aku diperkenalkan dengan EDEXCEL! sebuah badan sertifikasi asal milik dari PEARSON EDUCATION, UK yang memberikan sertifikat untuk sekolah2 kejuruan dan politehnik.



Untungnya perwakilan EDEXCEL aku kenal sehingga proses pengajuannya cukup mulus.  Tidak memakan waktu cukup lama untuk akhirnya kami putuskan sertifikasi EDEXCEL dengan program Foundation Diploma of Art and Design adalah yang tercocok dengan berbagai pertimbangan:

1. Tujuan utama dari foundation program adalah memberikan ruang eksplorasi murid terhadap semua jenis media Visual Art
2. Sehingga sekolah kami nanti tidak ada penjuruan khusus karena kami percaya penjurusan itu baru bisa ditentukan apabila siswa sudah melewati proses eksplorasi dan ditentukan nanti saat kuliah
3. Dengan foundation program penjurusan dapat dilakukan secara natural dan organik oleh siswanya sendiri bukan dari sekolah
4. Edexcel mendukung tim pengajar lokal supaya tetap bisa mempertahankan akar budaya lokal
5. Edexcel memberikan kebebasan untuk menentukan cara dan pola mengajar
6. Diploma ini eligible untuk siswa, yang berminat ke UK atau commonwealth countries, langsung masuk ke year 1 Universitas dengan jalur yang linear (ART)

Setelah keputusan mantap maka proses administrasi pun dimulai.  Pengajuan data guru berikut CV dan portfolio dikirim ke Edexcel untuk di review.  Setelahnya jadwal training guru dan staff selama 1 minggu ditentukan di bulan Maret 2012.

Pelaksanaan pelatihannya cukup sederhana karena tujuannya lebih ke perkenalan Criteria Assessment yang berlaku, metode penilaian, proses administrasi penginputan data nilai dsb dsb.

Alhamdulillah 3 bulan kemudian kami resmi menjadi Edexcel Center (approved center).  Inshallah yakin keputusan ini yang terbaik untuk ESoA*yeaaaaaa*