it is about sekepil

it is about sekepil

Rabu, 25 Februari 2015

Surat untuk mas Adi :D

+ Bu masa kata ibuku aku engga boleh nikah sama seniman.
- Kok gitu? bukannya kamu mau jadi seniman?
+ Iya kata ibuku nanti kalo kawin sama seniman bakal sengsara seperti Adi
- Adi siapa?
+ Itu lo bu cerita yang ada di TV!...
- Waduh...


+ Dimas! kamu lama2 mirip Adi deh
- Adi siapa nini?
+ Itu lo Adi yang ada di cerita TV! berantakan suka tidur sama males2an.  Jangan kayak gitu ya nanti malu2in masa minta uang istrinya terus


*************************************

Siapa sih Adi itu sebenernya? Ternyata ada sitkom lagi lumayan ngetop di sebuah TV swasta yang menceritakan tentang kehidupan perkawinan seorang seniman dengan seorang pengacara.  Kebetulan di cerita tersebut sang seniman, bernama Adi digambarkan selayaknya citra seorang seniman yang umum di masyarakat: berantakan, jorok, engga masuk akal, kere dan malas.  Namun punya istri yang luar biasa cantik dan berpenghasilan dengan profesi yang terlihat mapan :D

Nah percakapan2 diatas rupanya bikin pusing temen2 (read: murid2)di ESoA nih karena dampaknya lumayan menganggu usaha yang dilakukan mereka dan sekolah mereka untuk menepis citra seniman yang amburadul hehehe....bisa dimengerti karena usaha mereka untuk bisa meyakinkan orang tua dan keluarga besar supaya bisa menikmati belajar seni di usianya yang masih SMA cukup bikin kepala pusing 1000 keliling hehehe...

Untuk itu temen2 di ESoA bikin surat yang ditujukan ke TV swasta tersebut agar bisa membantu memperbaiki citra seorang seniman.  Semoga surat tersebut bisa diterima dengan baik oleh produser acara tersebut tanpa salah paham karena anak2 ini hanya ingin di bantu untuk mengangkat citra dari profesi yang jadi cita2 mereka yaitu seniman / pekerja seni :D

Ini suratnya:


Jakarta, 23 February 2015


Halo!

Kami adalah sekelompok anak-anak Sekolah Seni Visual dan Desain setara SMA,  Erudio School of Art.

Kebetulan,beberapa dari kami adalah penikmat dari sitkom Tetangga Masa Gitu. Walau bukan penonton yang secara rutin mengikuti acara tersebut,namun  menurut kami Tetangga Masa Gitu adalah salah satu sitkom yang menghibur.

Namun,sejujurnya terlepas dari unsur menghibur sitkom tersebut kami sedikit terganggu dengan stereotip seniman yang digambarkan oleh tokoh Adi.

Di sitkom ini, Adi digambarkan sebagai guru seni yang, katakanlah secara garis besar,kerjanya hanya bermalas-malasan saja,walau katanya jebolan ISI Yogyakarta. Pola hidupnya tidak sehat karena hobi makan mie instan. Bahkan, hidupnya bersama isterinya rata-rata secara keuangan bergantung kepada istrinya.  Hal itu terus terang mempengaruhi persepsi sebagian orangtua kami, juga sebagian orang yang bekerja ataupun tidak menekuni dunia seni rupa dan desain.

Kami tidak setuju dengan hal itu.

Memang,ada seniman yang seperti itu di dunia nyata,namun pada kenyataannya,tidak semuanya.
Kami sudah bertemu banyak seniman,yang,percayalah,berbeda sekali dengan karakter Adi di sitkom itu. Mereka punya pola hidup yang sehat, produktif menghasilkan karya - karya dan bisa memenuhi kebutuhan diri mereka secara finansial dari hasil karyanya.

Di masa seperti ini, lagi pula menjadi seniman seperti Adi tidak ada untungnya buat kami. Mencari inspirasi memang sulit, namun bukan berarti itu menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Justru,disaat mencari inspirasi itu,kami,di sekolah diajarkan untuk membuat konsep dan bereksperimen,baik dalam mengatur komposisi,pemilihan material dan medium, teknik juga objek yang dipakai. Dalam membuat konsep,kami juga diajarkan untuk tidak asal.

Bahkan kami belajar tentang pola hidup, kami juga diajarkan untuk punya pola hidup yang sehat dan teratur. Sebagai contoh, sebagai seniman, kami banyak berhubungan dengan cat maupun material lain yang cukup berbahaya bagi kesehatan jadi kami harus memperhatikan penggunaan semua material dengan seksama. Kesehatan penting dalam berkarya, jika kami sakit,maka kami tidak akan bisa berkarya dengan maksimal.

Kami percaya ***TV sebagai salah satu TV lokal yang masih kami tonton, karena menurut kami keren, bisa membantu kami untuk menepis persepsi buruk “stereotip” mengenai profesi yang ada di bawah payung seni. Kami bersedia membantu ***TV untuk melakukan edukasi mengenai hal tersebut dengan suka cita karena kami percaya setiap profesi, apapun itu, akan membawa dampak yang baik kepada sesama apabila dilakukan dengan gembira, sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tidak terkecuali seniman, pekerja seni atau apapun profesi dibawah payung seni.


Sebelumnya kami ucapakan terima kasih untuk perhatiannya.


Atas nama siswa siswi Erudio School of Art

Hormat kami,

Anaya Anjar
Ketua Titik Koma

Organisasi Siswa Erudio School of Art

Jumat, 04 Juli 2014

Pilpres Puyeng yang Penuh Manfaat


Pilpres kali ini memang luar biasa...anak lanang 19 tahunku mahir dan mantab bicara tentang masa depan bangsa lengkap dengan data2 hasil risetnya, bundanya dianggap bukan warga negara yang baik apabila menentukan pilihannya hanya dengan kata hati, maka dipaksanya aku melakukan riset thd ke 2 capres...propagandanya sangat intensip dimulai dari dipaksanya aku nonton di youtube THE ACT of KILLING film dokumenter ttg cerita2 nyata pembunuh2 yang melakukan aksi kejammya ke orang2 yang tertuduh PKI!....film itu beneran membuka mata dan menyadarkan betapa parahnya negara tercinta ini dari praktik2 kejam macam di film2 mafia italia....merinding! Selama ini segitu naifnya aku yg menganggap hal2 tsb sepertinya hanya cerita dan gosip2 warung kopi...pejabat yg tutup mata melihat praktik pelanggaran ham termasuk malak, mencuri, dll, terjadi di kehidupan sehari2 dan dekat dengan kita....pejabat dengan seragam khas safarinya disanjung palsu..

Pilpres kali ini dengan segala kegaduhannya banyak memberikan pelajaran politik ke orang2 awam seperti aku.  Berbondong2 warga negara yang tadinya apatis dan skeptis mendadak merasa perlu ikut turun meramaikan pesta demokrasi 5 tahunan ini.

Sekarang tinggal berdoa saja akhir dari euphoria dan pesta ini sesuai harapan.  Secara pribadi sebagai pendukung prabowo dari mulai dia melahirkan gerindra 10 tahun yg lalu, saya selalu melihat sosok romantis dan sentimentil dari seorang prabowo.  Setiap saya menyampaikan opini ini engga sedikit orang yg mencemooh.  Bahkan saya ingat di pemilu yg lalu saat sy memilih gerindra dan prabowo sbg wapres ada seorang teman yg skarang seorang pejabat mengatakan "serius milih prabowo, udah siap liat asbak melayang di rapat kabinet?" Saat itu saya jawab mantab! IYA!...gut feeling saya mengatakan bahwa orang ini despite smua citra buruk ttg nya adalah orang baik yg punya niat tulus mengabdi ke republik indonesia plussssss image yg dibangunnya sbg anti barat dan nasionalist...
Jreng di pemilu 2014 ini akibat dari serangan data dari bocah 19 tahunku, opini ttg prabowo sedikit2 terkikis dengan manouver2 politik yg diciptakan oleh prabowo ato konsultannya * i dont know...

Selama ini tidak ada sedikipun image ttg prabowo di saya bahwa dia orang yang feodal,mungkin saya yg terlalu naif, sampai akhirnya saya  melihat dia di acara gerindra naik kuda dengan gaya hitler (top of mind sy mengatakan itu) dan terlihat  menikmati di elu2 dan di puja2 oleh massa...seperti keselek liat tayangan itu ilfil dewa istilah anak muda jaman sekarang melihat sisi lain dari seorang prabowo.  Perasaan itu pun saya share ke temen2 dan banyak yg bilang "kemane aje luuuu" hehehehe....
Omelan dan komplen cemen yg mungkin di anggap engga penting ini saya sampaikan tanpa sengaja saat bertemu temen yg kader gerindra di PIM "yonnnn aku sebellll liat gaya prabowo naik kuda terlihat spt raja2 yg arogan dan sombong, yang saya tau prabowo merakyat dan mau berjuang utk rakyat!sebellll deh ihhhh"....jawab temenku "emang kenapa ra kan keren gayanya gitu"...jreng!
Mulai dari situ goyah nih keberpihakan saya ke capres 1 itu...ditambahhhhh data2 yg dijejelin ke saya oleh bocah lanangku ttg fpi,pemurnian agama dannnnn ditambahhhhhhh hujatan2 ajaib yg menyerang capres no 2 membuat akhirnya saya tutup buku dan putus sama prabowo...

Tapiiiiii semua itu tidak membuat saya benci prabowo karena saya masih menganggap dia orang baik yang salah gaul! Itu aja sih...anyway terima kasih pemilu 2014 yang sudah sanggup membuat anak lanangku ikut berfikir tentang masa depan negara ini...
Pilihan kami mungkin bukan yang paling sempurna tapi setidaknya sanggup memberikan harapan baru untuk Indonesia yang lebih baik

#pemilujujur
#pemiludamaii
#sayapilihno2

Sabtu, 19 April 2014

Authar dan sekolah2nya

Authar sekarang ini sekolah di TK belakang rumah . Kondisi fisik sekolahnya aman dan sederhana.  Guru2nya pun sangat bersahaja dan mungkin kebanyakan dari mereka berlatar belakang biasa2 aja.  Mungkin sistim pengajaran di sana pun tanpa banyak teori atau metode tapi lebih menggunakan rasa cinta thd anak.  Authar pertama kali skolah disana karena pilihannya sendiri setelah menolak dan menangis serta berontak untuk sekolah di TK sebelumnya di wilayah kemang.  Engga terasa sudah hampir 1 tahun Authar di TK tsb. 

Authar hepi2 aja sih...mungkin karena kehangatan penerimaan teman2nya disana tidak dirasakan Authar di sekolah2nya terdahulu...

Sebagai latar belakang bahwa Authar adalah anak luar biasa dengan kemampuan dan interest berbeda dari anak seusianya .  Saat ini di usianya yang menjelang 5 tahun Authar sudah sangat berkembang kemakpuan berkomunikasinya.  Fokus terhadap hal hal yang seharusnya saja yang masih harus diperbaiki. 

Sampe suatu saat ada pertanyaan dari gurunya "Authar berencana masuk SD mana ya nantinya?"

Waduhhhhh aku mengerti pertanyaan itu akan berdampak pada persiapan dan kesiapan Authar.  Wajar aja sebagai institusi pendidikan pastinya ingin anak2 yg keluar dari sekolah tsb bisa diterima dengan baik di sekolah lanjutan yang favorit orang tua....

Engga ada yang salah sama TK tersebut hanya saja sebagai seorang Ibu saya kembali diuji untuk berperang dengan pikiran dan perasaan saya sendiri untuk melihat yang terbaik bagi Authar.

Pertanyaan2 yang melintas seperti ini:
1. Apa yg harus disiapin Authar spy dia bisa diterima di SD,
2. SD spt apa yg cocok untuk Authar
3. Umur brp Authar akan siap masuk SD?
4. Kalo Authar akan lebih lama di TK artinya teman2nya sekarang akan berpisah untuk lebih dulu masuk SD
5. Berapa lama Authar harus di TK?
6. Bosen ngga dia nanti ya?
7. Duh tapi SD apa yg cocok untuk Authar? Sekolah yang bisa trima kelebihan dan kekurangan Authar sehingga Authar tetap merasa nyaman dan aman dengan dirinya

Coba diperhatiin pertanyaan mulai no 3 keatas adalah pertanyaan terselubung dan agak bergeser kepentingannya.  Sejujurnya pertanyaan2 itu sudah bergeser lebih untuk kepentingan aku .

No. 3: duh Authar sptnya ngga mungkin deh masuk sd umur 6 ato 7 tahun...gimana dong yaaaa bayangin kalo ditanya Authar udah kelas brp? Trs jawabnya masih di TK tante tapi umurnya udah 7 tahun ohhhh tidakkkkkkk

No. 4&5: duh nanti kan ngenes bangettt temen2nya udah kluar TK masuk SD eh Autharnya masih stay di TK, sedih tauuuuu (siapa yg sedih? Emaknya ato anaknya)

No. 7: Sekolah ideal yaitu sekolah yg ngga ngeribetin dengan segala macem pertanyaan2 dan rules untuk kenyamanan skolah dari anak2 dengan kemampuan berbeda (engga ngeribetin ibunya yg pasti)

Hmmmmmm kira2 bahasa bathinnya gitu deh...

Sampe saat ini Authar masih di TK belakang rumah sampe aku sendiri bisa menjawab pertanyaan2 diatas itu ���� dengan betul fokus untuk kepentingan Authar...

Pilihan2 yang mungkin diambil:
1. Pindahin balik ke Jakarta Montessori School (analisa ini akan diupas tuntas di tulisan berikutnya)

2. Cari SD ideal! Seperti gemala ananda, talasavia or ?????

3. Ayo bikin SD sendiriiiiiii yang ideal!!

Hmmmmmmmmm....

Rabu, 16 April 2014

EDEXCEL - sertifikasi internasional untuk ESoA



3 tahun yang lalu saat rencana awal SMK / ESoA ini berdiri dan masih bernama JSoA (Jakarta School of Art), semua sertifikasi internasional di pelajari.  Mulai dari IB sampe dengan Cambridge.  Kalau liat dari SOTA (Singapore School of the Art) mereka mengadopsi IB sebagai sertifikasi pendukungnya.

Dari kedua sistim aku agak kurang sreg karena akan sulit untuk membagi fokus antara akademik dan kejuruannya.



Sampe akhirnya aku diperkenalkan dengan EDEXCEL! sebuah badan sertifikasi asal milik dari PEARSON EDUCATION, UK yang memberikan sertifikat untuk sekolah2 kejuruan dan politehnik.



Untungnya perwakilan EDEXCEL aku kenal sehingga proses pengajuannya cukup mulus.  Tidak memakan waktu cukup lama untuk akhirnya kami putuskan sertifikasi EDEXCEL dengan program Foundation Diploma of Art and Design adalah yang tercocok dengan berbagai pertimbangan:

1. Tujuan utama dari foundation program adalah memberikan ruang eksplorasi murid terhadap semua jenis media Visual Art
2. Sehingga sekolah kami nanti tidak ada penjuruan khusus karena kami percaya penjurusan itu baru bisa ditentukan apabila siswa sudah melewati proses eksplorasi dan ditentukan nanti saat kuliah
3. Dengan foundation program penjurusan dapat dilakukan secara natural dan organik oleh siswanya sendiri bukan dari sekolah
4. Edexcel mendukung tim pengajar lokal supaya tetap bisa mempertahankan akar budaya lokal
5. Edexcel memberikan kebebasan untuk menentukan cara dan pola mengajar
6. Diploma ini eligible untuk siswa, yang berminat ke UK atau commonwealth countries, langsung masuk ke year 1 Universitas dengan jalur yang linear (ART)

Setelah keputusan mantap maka proses administrasi pun dimulai.  Pengajuan data guru berikut CV dan portfolio dikirim ke Edexcel untuk di review.  Setelahnya jadwal training guru dan staff selama 1 minggu ditentukan di bulan Maret 2012.

Pelaksanaan pelatihannya cukup sederhana karena tujuannya lebih ke perkenalan Criteria Assessment yang berlaku, metode penilaian, proses administrasi penginputan data nilai dsb dsb.

Alhamdulillah 3 bulan kemudian kami resmi menjadi Edexcel Center (approved center).  Inshallah yakin keputusan ini yang terbaik untuk ESoA*yeaaaaaa*

Selasa, 24 September 2013

Akhirnya mimpi sekolah itu dihidupkan kembali >> Erudio School of Art

29 July 2012 - Bincang Edukasi Meetup #6

Hari itu aku sharing di acara Bined yang diadakan di Pacific Place tentang the 5 journey:PictureMe. Seperti biasa Bined selalu heboh dengan cerita2 seru yang inspiring. Dari semua yang memorable dan bikin mulut nganga adalah: Pak Nurrohim (penggagas Sekolah Master).






Kalo dari cara orang Jakarta menilai seseorang, yaitu dari fisik dan penampilan, sudah pasti bapak satu ini tidak akan dilihat dan di hargai.  Bagaimana tidak hari itu Pak Nurrohim hadir dengan muka penuh bentol2 sepertinya habis di bekam haha...Dalam hati ku juga ngerasani siapa sih orang ini.  Tapi dengan tidak membutuhkan waktu lebih dari beberapa menit beliau berbicara di panggung, seketika semua tersihir mendengar cerita Sekolah Masternya yang luar biasa itu!  Jangan salah tangkap ya Master itu kepanjangan dari Masjid Terminal...

Quote demi quote sederhana tapi menohok keluar dari mulut bapak yang sangat sederhana tapi kaya akan makna mengalir tanpa jeda.  Bagaimana tidak sebuah konsep pendidikan yang kompleks mampu di terjemahkan menjadi sangat simple. Hal tersebut dimungkinkan karena niatnya yang tulus untuk membantu mencerdaskan anak bangsa tanpa melihat siapa dan apa dia...

Kurang dari 20 menit beliau bicara di depan tapi dampak dari semua itu terus nempel di kepalaku sampai akhirnya aku memutuskan untuk belajar mengajar di sekolah beliau.  Sekali lagi orang yang aku temui bicara di panggung Bined dan di sekolah Master tidak berubah.  Tanpa birokrasi panjang lebar beliau mengijinkan PictureMe untuk belajar mengajar di sekolah beliau.  Yeaaaa...

Hari itu pun aku menemuinya di kantor sederhananya terbuat dari sebuah container lantai dua.  Saat itu aku ingat beliau lagi kedatangan tamu dari tim Dikbud Tangerang untuk menilik.  Kami duduk di lantai beralaskan karpet dengan santai kami berbincang-bincang.  Tidak lama setelah beliau meladeni dua tamu dari dikbud tersebut beliau bertanya "Gimana rencana sekolahnya?" yaaa memang sempat aku mengutarakan niatku untuk membuat sekolah formal kejuruan.  Jawabku: "Ternyata tidak semudah itu membuat sekolah formal ya pak,  syaratnya panjang sekali dan saya tidak punya lahan yang memenuhi syarat....bla bla bla".  Beliau tiba2 memotong pembicaraan ku yang isinya alasan demi alasan..."Gini ya kalo niat mau bikin sekolah yang bikin aja kenapa harus nyerah dengan birokrasi seperti itu (sambil menunjuk ke dua tamu nya yang dari dikbud) sampe lebaran KODOK engga akan sekolah ini berdiri kalo menunggu dipenuhinya syarat-syarat apa itu...semua ada di niat, jadi kalo ibu merasa sekolah itu penting BUKA sekarang jangan pedulikan apapun!".....

STOP DISINI!

Ucapan pak Nurochim terus terngiang2 sampe akhirnya di rumah aku bilang ke mas Oni "Mas I think next year SMK kita harus udah jadi!"...

(dan itu adalah bulan Agustus 2012...)  

Mas oni nyanggupin dan akhirnya engga mau nunggu lama2 besoknya kita bikin action plan!...Here we Go!...check list action plannya puanjanggggggg banget dan aku bagi2 tugas sama Marda yang saat itu sambil merem melek menyanggupi deadline waktu yang aku kasih ke dia untuk jadinya skolah ini.

Check Listnya:

1. Nama Sekolah
2. Sertifikasi Internasional (Edexcel)
3. Ijin Dikbud
4. Lokasi Sekolah
5. Kurikulum Lokal
6. Finansial
7. Guru
8. Rencana Publikasi dan Promosi
9.....
10.....

11.....

Bingung mau start dari mana tapi nomer 1 yang disepakati di awal adalah nama dari sekolah ini jadi Erudio School of Art tidak lagi jadi Jakarta School of Art...kepanjangannya ESoA!

Bissmillahirrahmanirrahim....semoga semuanya lancar aminnnnnn....



 





 


Jumat, 31 Mei 2013

engga suka :(

aku engga suka apa yang aku rasain sekarang...
rasanya engga enak...
kenapa harus ada seperti kayak gini...
aku engga bisa bedain antara rasa seneng dan rasa ngilu karena bingung...
untuk apa harus ada kayak gini2 lagi...
siuhhh go go away!!!...



Kamis, 30 Mei 2013

Surat aku untuk aki :D




Udah lama sekali aku engga buka2 blog ini...banyak banget yang terjadi dan yang paling dahsyat dan mengubah hidup adalah kepergiannya AKI (14 Maret 2013)...Aku baru sadar sayang aku ke papah segitu besarnya justru setelah papah engga ada :((.  Aku engga mau nulis panjang lebar tentang ini, mungkin suatu saat aku akan tapi engga sekarang.  Tapi aku mau share apa yang aku rasain selama ini melalui surat aku untuk papah...atas nama semua kakak2 aku juga:

Surat untuk papah dari aku dan kakak2:
 
Tidak mudah mengungkapkan rasa terima kasih, cinta dan kangen kami kepada papah…aki yang sudah pergi menghadap Allah SWT…Terlalu banyak kenangan indah yang kami rasakan sebagai anak-anak papah namun lebih dari setahun belakangan ini kami betul-betul menjadi saksi sebuah perjuangan… 

Perjuangan memenangkan perasaan banyak cinta. 

Untuk banyak orang melihatnya sebagai sebuah perjalanan penuh ujian.
Untuk kami setahun terakhir mendampingi papah adalah perjalanan terindah untuk mengenal rasa cinta…

Kami menemukan kesempurnaan cinta Allah kepada umatnya dengan melihat kegigihan, ketulusan dan ketabahan papah untuk melawan sampai pada akhirnya merangkul penyakitnya dan melepasnya dengan senyum…

Kami ditunjukkan arti pengabdian cinta dengan melihat ketulusan mamah merawat papah dengan keceriaan, kesedihan, kegembiraan dan pada akhirnya keikhlasan mengantarkan papah ke tempat istirahatnya yang terakhir…dan terus berlanjut merawat papah dengan keikhlasan doanya sampai detik ini…

Kami dibuktikan bahwa cinta orang tua kepada anak betul tanpa syarat dan tulus dengan menyaksikan bagaimana papah masih menyempatkan memanggil dan meminta maaf kepada semua anak-anaknya beberapa saat sebelum menutup matanya…hal ini paling menyakitkan karena kami merasa cinta kami tidak pernah cukup untuk menandingi dahsyatnya cinta papah kepada kami…

Kami diperlihatkan bahwa cinta sejati ada di kehidupan nyata…papah sangat sangat sangat mencintai mamah karena selama hidupnya tidak pernah mau jauh dan selalu mengenggam tangan mamah.  Pesan yang terus menerus di sampaikan kepada kami anak-anaknya bahkan cucu-cucunya adalah “titip mamah, bahagiakan mamah…”

Kami disadarkan bahwa kepentingan dan memberikan cinta untuk orang lain lebih besar artinya dari pada mencintai diri sendiri dengan melihat bagaimana papah tetap mementingkan perasaan orang lain daripada dirinya dengan mengutamakan kebutuhan dan kenyamanan orang lain meskipun dirinya dalam keadaan tidak berdaya…

….terlalu banyak pelajaran cinta yang kami dapat dari papah yang tidak mungkin terrangkum hanya di selembar kertas…

Papah…Aki…terima kasih untuk semua pelajaran nilai hidup yang selama ini kami dapat..kami berjanji akan menjaga dan membahagiakan mamah…kami akan berusaha untuk terus melanjutkan semua perjuangan papah untuk selalu mencintai negara ini, selalu membela kebenaran dan selalu mementingkan orang lain daripada diri sendiri.