it is about sekepil

it is about sekepil

Kamis, 30 Mei 2013

Surat aku untuk aki :D




Udah lama sekali aku engga buka2 blog ini...banyak banget yang terjadi dan yang paling dahsyat dan mengubah hidup adalah kepergiannya AKI (14 Maret 2013)...Aku baru sadar sayang aku ke papah segitu besarnya justru setelah papah engga ada :((.  Aku engga mau nulis panjang lebar tentang ini, mungkin suatu saat aku akan tapi engga sekarang.  Tapi aku mau share apa yang aku rasain selama ini melalui surat aku untuk papah...atas nama semua kakak2 aku juga:

Surat untuk papah dari aku dan kakak2:
 
Tidak mudah mengungkapkan rasa terima kasih, cinta dan kangen kami kepada papah…aki yang sudah pergi menghadap Allah SWT…Terlalu banyak kenangan indah yang kami rasakan sebagai anak-anak papah namun lebih dari setahun belakangan ini kami betul-betul menjadi saksi sebuah perjuangan… 

Perjuangan memenangkan perasaan banyak cinta. 

Untuk banyak orang melihatnya sebagai sebuah perjalanan penuh ujian.
Untuk kami setahun terakhir mendampingi papah adalah perjalanan terindah untuk mengenal rasa cinta…

Kami menemukan kesempurnaan cinta Allah kepada umatnya dengan melihat kegigihan, ketulusan dan ketabahan papah untuk melawan sampai pada akhirnya merangkul penyakitnya dan melepasnya dengan senyum…

Kami ditunjukkan arti pengabdian cinta dengan melihat ketulusan mamah merawat papah dengan keceriaan, kesedihan, kegembiraan dan pada akhirnya keikhlasan mengantarkan papah ke tempat istirahatnya yang terakhir…dan terus berlanjut merawat papah dengan keikhlasan doanya sampai detik ini…

Kami dibuktikan bahwa cinta orang tua kepada anak betul tanpa syarat dan tulus dengan menyaksikan bagaimana papah masih menyempatkan memanggil dan meminta maaf kepada semua anak-anaknya beberapa saat sebelum menutup matanya…hal ini paling menyakitkan karena kami merasa cinta kami tidak pernah cukup untuk menandingi dahsyatnya cinta papah kepada kami…

Kami diperlihatkan bahwa cinta sejati ada di kehidupan nyata…papah sangat sangat sangat mencintai mamah karena selama hidupnya tidak pernah mau jauh dan selalu mengenggam tangan mamah.  Pesan yang terus menerus di sampaikan kepada kami anak-anaknya bahkan cucu-cucunya adalah “titip mamah, bahagiakan mamah…”

Kami disadarkan bahwa kepentingan dan memberikan cinta untuk orang lain lebih besar artinya dari pada mencintai diri sendiri dengan melihat bagaimana papah tetap mementingkan perasaan orang lain daripada dirinya dengan mengutamakan kebutuhan dan kenyamanan orang lain meskipun dirinya dalam keadaan tidak berdaya…

….terlalu banyak pelajaran cinta yang kami dapat dari papah yang tidak mungkin terrangkum hanya di selembar kertas…

Papah…Aki…terima kasih untuk semua pelajaran nilai hidup yang selama ini kami dapat..kami berjanji akan menjaga dan membahagiakan mamah…kami akan berusaha untuk terus melanjutkan semua perjuangan papah untuk selalu mencintai negara ini, selalu membela kebenaran dan selalu mementingkan orang lain daripada diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar