aku engga suka apa yang aku rasain sekarang...
rasanya engga enak...
kenapa harus ada seperti kayak gini...
aku engga bisa bedain antara rasa seneng dan rasa ngilu karena bingung...
untuk apa harus ada kayak gini2 lagi...
siuhhh go go away!!!...
it is about sekepil
Jumat, 31 Mei 2013
Kamis, 30 Mei 2013
Surat aku untuk aki :D
Udah lama sekali aku engga buka2 blog ini...banyak banget yang terjadi dan yang paling dahsyat dan mengubah hidup adalah kepergiannya AKI (14 Maret 2013)...Aku baru sadar sayang aku ke papah segitu besarnya justru setelah papah engga ada :((. Aku engga mau nulis panjang lebar tentang ini, mungkin suatu saat aku akan tapi engga sekarang. Tapi aku mau share apa yang aku rasain selama ini melalui surat aku untuk papah...atas nama semua kakak2 aku juga:
Surat untuk papah dari aku dan kakak2:
Tidak mudah mengungkapkan rasa terima kasih, cinta dan kangen kami
kepada papah…aki yang sudah pergi menghadap Allah SWT…Terlalu banyak kenangan
indah yang kami rasakan sebagai anak-anak papah namun lebih dari setahun belakangan
ini kami betul-betul menjadi saksi sebuah perjuangan…
Perjuangan memenangkan perasaan banyak cinta.
Untuk banyak orang melihatnya sebagai sebuah perjalanan penuh
ujian.
Untuk kami setahun terakhir mendampingi papah adalah perjalanan
terindah untuk mengenal rasa cinta…
Kami menemukan kesempurnaan cinta Allah kepada umatnya dengan
melihat kegigihan, ketulusan dan ketabahan papah untuk melawan sampai pada
akhirnya merangkul penyakitnya dan melepasnya dengan senyum…
Kami ditunjukkan arti pengabdian cinta dengan melihat ketulusan
mamah merawat papah dengan keceriaan, kesedihan, kegembiraan dan pada akhirnya
keikhlasan mengantarkan papah ke tempat istirahatnya yang terakhir…dan terus
berlanjut merawat papah dengan keikhlasan doanya sampai detik ini…
Kami dibuktikan bahwa cinta orang tua kepada anak betul tanpa
syarat dan tulus dengan menyaksikan bagaimana papah masih menyempatkan
memanggil dan meminta maaf kepada semua anak-anaknya beberapa saat sebelum
menutup matanya…hal ini paling menyakitkan karena kami merasa cinta kami tidak
pernah cukup untuk menandingi dahsyatnya cinta papah kepada kami…
Kami diperlihatkan bahwa cinta sejati ada di kehidupan nyata…papah
sangat sangat sangat mencintai mamah karena selama hidupnya tidak pernah mau
jauh dan selalu mengenggam tangan mamah.
Pesan yang terus menerus di sampaikan kepada kami anak-anaknya bahkan
cucu-cucunya adalah “titip mamah, bahagiakan mamah…”
Kami disadarkan bahwa kepentingan dan memberikan cinta untuk orang
lain lebih besar artinya dari pada mencintai diri sendiri dengan melihat
bagaimana papah tetap mementingkan perasaan orang lain daripada dirinya dengan mengutamakan
kebutuhan dan kenyamanan orang lain meskipun dirinya dalam keadaan tidak
berdaya…
….terlalu banyak pelajaran cinta yang kami dapat dari papah yang
tidak mungkin terrangkum hanya di selembar kertas…
Papah…Aki…terima kasih untuk semua pelajaran nilai hidup yang
selama ini kami dapat..kami berjanji akan menjaga dan membahagiakan mamah…kami
akan berusaha untuk terus melanjutkan semua perjuangan papah untuk selalu
mencintai negara ini, selalu membela kebenaran dan selalu mementingkan orang
lain daripada diri sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)

