29 July 2012 - Bincang Edukasi Meetup #6
Hari itu aku sharing di acara Bined yang diadakan di Pacific Place tentang the 5 journey:PictureMe. Seperti biasa Bined selalu heboh dengan cerita2 seru yang inspiring. Dari semua yang memorable dan bikin mulut nganga adalah: Pak Nurrohim (penggagas Sekolah Master).
Kalo dari cara orang Jakarta menilai seseorang, yaitu dari fisik dan penampilan, sudah pasti bapak satu ini tidak akan dilihat dan di hargai. Bagaimana tidak hari itu Pak Nurrohim hadir dengan muka penuh bentol2 sepertinya habis di bekam haha...Dalam hati ku juga ngerasani siapa sih orang ini. Tapi dengan tidak membutuhkan waktu lebih dari beberapa menit beliau berbicara di panggung, seketika semua tersihir mendengar cerita Sekolah Masternya yang luar biasa itu! Jangan salah tangkap ya Master itu kepanjangan dari Masjid Terminal...
Quote demi quote sederhana tapi menohok keluar dari mulut bapak yang sangat sederhana tapi kaya akan makna mengalir tanpa jeda. Bagaimana tidak sebuah konsep pendidikan yang kompleks mampu di terjemahkan menjadi sangat simple. Hal tersebut dimungkinkan karena niatnya yang tulus untuk membantu mencerdaskan anak bangsa tanpa melihat siapa dan apa dia...
Kurang dari 20 menit beliau bicara di depan tapi dampak dari semua itu terus nempel di kepalaku sampai akhirnya aku memutuskan untuk belajar mengajar di sekolah beliau. Sekali lagi orang yang aku temui bicara di panggung Bined dan di sekolah Master tidak berubah. Tanpa birokrasi panjang lebar beliau mengijinkan PictureMe untuk belajar mengajar di sekolah beliau. Yeaaaa...
Hari itu pun aku menemuinya di kantor sederhananya terbuat dari sebuah container lantai dua. Saat itu aku ingat beliau lagi kedatangan tamu dari tim Dikbud Tangerang untuk menilik. Kami duduk di lantai beralaskan karpet dengan santai kami berbincang-bincang. Tidak lama setelah beliau meladeni dua tamu dari dikbud tersebut beliau bertanya "Gimana rencana sekolahnya?" yaaa memang sempat aku mengutarakan niatku untuk membuat sekolah formal kejuruan. Jawabku: "Ternyata tidak semudah itu membuat sekolah formal ya pak, syaratnya panjang sekali dan saya tidak punya lahan yang memenuhi syarat....bla bla bla". Beliau tiba2 memotong pembicaraan ku yang isinya alasan demi alasan..."Gini ya kalo niat mau bikin sekolah yang bikin aja kenapa harus nyerah dengan birokrasi seperti itu (sambil menunjuk ke dua tamu nya yang dari dikbud) sampe lebaran KODOK engga akan sekolah ini berdiri kalo menunggu dipenuhinya syarat-syarat apa itu...semua ada di niat, jadi kalo ibu merasa sekolah itu penting BUKA sekarang jangan pedulikan apapun!".....
STOP DISINI!
Ucapan pak Nurochim terus terngiang2 sampe akhirnya di rumah aku bilang ke mas Oni "Mas I think next year SMK kita harus udah jadi!"...
(dan itu adalah bulan Agustus 2012...)
Mas oni nyanggupin dan akhirnya engga mau nunggu lama2 besoknya kita bikin action plan!...Here we Go!...check list action plannya puanjanggggggg banget dan aku bagi2 tugas sama Marda yang saat itu sambil merem melek menyanggupi deadline waktu yang aku kasih ke dia untuk jadinya skolah ini.
Check Listnya:
1. Nama Sekolah
2. Sertifikasi Internasional (Edexcel)
3. Ijin Dikbud
4. Lokasi Sekolah
5. Kurikulum Lokal
6. Finansial
7. Guru
8. Rencana Publikasi dan Promosi
9.....
10.....
11.....
Bingung mau start dari mana tapi nomer 1 yang disepakati di awal adalah nama dari sekolah ini jadi Erudio School of Art tidak lagi jadi Jakarta School of Art...kepanjangannya ESoA!
Bissmillahirrahmanirrahim....semoga semuanya lancar aminnnnnn....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar