(marah)...(galau)...(kalut)...(pecuihhh)...(lebayyy)...oups!...
"iya bu..anak itu beda2..tergantung pintar tidaknya..kalo otaknya cukup dia bisa kuliah tapi kalo engga pintar yaaaa kursus2 aja ato les2 aja deh..jangan dipaksa juga!"
masih terngiang2 itu kalimat yang diucapkan seorang guru dari SMA yang konon "lumayan" diminati! BAH!
kok masih juga pengajar melabel anak dengan kategori BODOH..PINTAR hanya diliat dari NILAI RAPOT dan merasa SUKSES hanya mutlak untuk yang sarjana dengan memberi ULTIMATUM kalo engga kuliah artinya BYE BYE and welcome MADESU!...BAH!...
knowing si guru secupet itu dalam hati aku mikir "BERSYUKUR UJIAN NASIONAL ITU BULLSHIT SEMUA..NYONTEK SEMUA JADI ANAK2 YANG DI CAP BODOH BISA MELENGGANG ASOY MASUK SEKOLAH2 NEGERI SOMBONG CUPET ITU!!!....
.....jrengggg....(flash back setahun yang lalu saat UAN berlangsung)
di depan mata semua anak2 itu dimudahkan jalannya menjadi KORUPTOR kelas kakap..dan bersyukurnya semua infrastruktur pendukung pendidikan MEMUDAHKAN hal tersebut bisa terjadi..mulai dari kepala sekolah, guru, ORANG TUAAA (ini yang gila) mendukung aksi nyontek menyontek hanya demi NILAI UAN kampret itu! BAH! (saya engga malu menggunakan kata2 kasar untuk masalah ini...KAMPRETTT!!) dan parahnya lagi transaksi jual beli pun berlangsung di depan mata...oh nooo...
saya! mengutuk! semua pihak yang menyelenggarakan UAN!..karena tidak ada gunanya sama sekali selain menghancurkan karakter anak2 itu!...
....jringgggg...(flash back 4 tahun yang lalu saat bicara dengan pihak SMA negeri)
saya duduk di ruang tamu sebuah SMA negeri yang konon "populer" untuk mengajukan proposal dan terjadilah percakapan saya dan seorang pengajar:
BCM (bunda cap mangga): "pak sepertinya sekolah ini rapih dan sangat terpelihara salut deh...apa syarat untuk masuk ke sekolah ini?"
PD (pengajar dodol): "iya bu, disini hanya anak2 pintar yang bisa masuk karena nilai NEM-nya rata2 diatas 9.5 dan sebagai guru saya bersyukur sekali karena pekerjaan kami jadi mudah...masuk kelas kasih materi selesai deh..anak2 muridnya langsung bisa menerima pelajaran dengan baik karena mereka udah pintar pintar" (ngomongnya dengan ekspresi bangga)
BCM (mulai memerah gerammmm menahan emosi menumpuk *lebay): "lo pak..ini bukannya sekolah negeri ya? bukannya tugasnya sekolah memberikan pendidikan kepada semua anak dan tidak boleh diskrimasi spt yang bapak bilang? apalagi ini negeri lo pak? masa sekolah hanya miliknya anak pintar?" (versi ELOOOOOOO!!! - yang ini dalem hati)
selanjutnya males nyeritain karena isinya BCM mencak mencak tersendat sendat.........
...........jring jreng balik ke NOW...............
kembali terngiang ucapan wali kelas cupet van kupret itu..
tapi buuu..semenjak mendengar apa yang ibu katakan niatku tambah bulat dan mantabz untuk membuat SEKOLAH FORMAL ala BCM yang bebas diskriminasi dan percaya sepenuhnya kepada anak-anak bahwa mereka semua BISA MENJADI APA PUN yang mereka mau...tidak ada lagi di dunia ini anak BODOH anak PINTAR...semuaaaaaa BISA...semuaaaa JAGOANNNN!!!..dan yang terpenting setiap anak sadar bahwa tujuan hidupnya adalah memberikan ARTI dan MANFAAT bagi sesama mahluk hidup khususnya "manusia" di dunia ini melalui apapun yang mereka lakukan...arggghhhh itu lebih penting dari hanya sebuah nilai yang ditulis di atas kertas...BAH! BAH!
...kapan...kapan...kapan...kapan...kapan sekolah itu bisa benar benar terwujud...(membayangkan tidak ada lagi anak bingung menentukan tujuan hidupnya)
*mantabkan hatiiii melangkah mewujudkan SEKOLAH "dambaan" itu...yeaaaaa...wuzzzzzz...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar